PROSES PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

OLEH : NI MADE SUTRIANI
SEMESTER : II / A SORE / 39
Program Studi Pendidikan Agama Hindu 
Fakultas Pendidikan Agama Dan Seni 
Universitas Hindu Indonesia Denpasar 2012

Proses Pembelajaran Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

KATA PENGANTAR (terlampir dlm makalah)

DAFTAR  ISI (terlampir dlm makalah)

————————————————————————————————–

BAB  I

PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah, sehingga sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan karena perbedaan individu  sudah barang tentu keluasan dan kedalamannya akan berpengaruh terhadap peserta didik pada setiap satuan pendidikan.

1.2.   Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas saya selaku penulis dapat merumuskan pokok permasalahan yaitu :

  1. Apakah pengertian dari KTSP ?
  2. Apa saja komponen-komponen KTSP ?
  3. Menjelaskan kelebihan dan kelemahan KTSP ?

1.3.  Tujuan Penulisan.

Agar dapat memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan komponen-komponennya.

1.4. Manfaat Penulisan

Agar mahasiswa dapat memahami dengan jelas tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

————————————————————————————————–

 BAB II

Proses Pembelajaran dengan KTSP

2.1. Pengertia Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Definisi Kurikulum menurut Kamus Webster yang dikutip dari http://rinofeunp.files.wordpress.com dijelaskan bahwa kurikulum yang digunakan dalam pendidikan didefenisikan sebagai sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat, kurikulum juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Robert Zais (1976:7) menjelaskan bahwa kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetahuan yang harus ditempuh oleh siswa untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau untuk memperoleh ijazah. Hass (1987) (siraj, 2008 :1) mengatakan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman yang diperoleh oleh setiap individu pelajar dalam suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mencapai sasaran yang lebih luas serta tujuan-tujuan tertentu yang berkaitan yang telah dirancang dalam bentuk suatu teori rangka kerja serta kajian ataupun amalan professional pada masa lalu dan masa kini. Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 juga disebutkan bahwa “ kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah “kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.” KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) dan merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah.

Berdasarkan definisi tersebut, maka pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum. Implementasi KTSP menuntut kemampuan sekolah dengan cara memberikan otonomi yang lebih besar kepada sekolah dalam pengembangan kurikulum, karena masing-masing sekolah lebih mengetahui tentang kondisi satuan pendidikannya. Penyusunan KTSP mengacu pada Standar Isi dan (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.

2.2. Komponen-komponen KTSP.

Kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang disebut sebagai komponen kurikulum. Komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan mendukung yang merupakan dasar utama dalam mencapai tujuan pendidikan.

Sebagaimana Panduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), KTSP ada empat komponen, yaitu tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, serta silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

A. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan.

Untuk pendidikan dasar, tujuannya adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

B. Struktur dan muatan KTSP.

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dan disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Struktur KTSP terdiri dari komponen mata pelajaran, muatan lokal, kegiatan pengembangan diri, pengaturan beban belajar, ketuntasan belajar, kenaikan kelas dan kelulusan, penjurusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

Komponen mata pelajaran meliputi : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Ingris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Social, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Contoh: Pendidikan lingkungan hidup dan Bahasa Bali.

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Contoh: Kegiatan pelayanan Konseling, Kepramukaan, Kegiatan olahraga seni dan budaya, Kegiatan MPR, Latihan dasar kepemimpinan siswa.

Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik atau kecakapan vokasional. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan berupa paket atau modul yang direncanakan secara khusus.

Ketuntasan Belajar didasarkan pada beberapa pertimbangan, diantaranya : input peserta didik, tingkat esensial dari masing-masing Mata Pelajaran, kemampuan daya dukung dan kompleksitas tiap-tiap mata pelajaran. Berdasarkan pertimbangan tersebut ditentukan ketuntasan belajar 75 %. Peserta didik yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar 75% harus mengikuti program perbaikan (remedial) sampai mencapai ketuntasan belajar yang dipersyaratkan. Yang telah mencapai ketuntasan belajar 80% sampai 90% dapat mengikuti program pengayaan (Enrichment), sedangkan yang mencapai ketuntasan belajar lebih dari 90% mengikuti program percepatan (accelerated).

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.

C. Kalender Pendidikan.

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran sebuah sekolah. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran.

D. Silabus dan RPP.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok. mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah tahap pelaksanaan dan penjabaran dari silabus yang disusun untuk setiap pertemuan di kelas. RPP mencakup semua komponen silabus, langkah-langkah pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.

2.3. Kelebihan dan Kelemahan KTSP.

Setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing tergantung kepada situasi dan kondisi, di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Menurut Fasli Jalal (dalam Imam Hanafie 2008, hlm. 1-5), kelebihan yang dimiliki KTSP adalah :

  1. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
  2. Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program pendidikan.
  3. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.
  4. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20 %.
  5. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa kelemahan dalam KTSP maupun penerapannya, antara lain:

  1. Kurangnya sumber daya manusia yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada.
  2. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
  3. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsep penyusunan maupun prakteknya di lapangan.
  4. Penerapan KTSP merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru.

Beberapa kelebihan KTSP tersebut merupakan faktor pendukung bagi sekolah untuk meningkatan mutu pembelajarannya. Sedangkan faktor kelemahannya merupakan faktor penghambat yang harus segera diantisipasi dan diatasi oleh pihak sekolah dan juga menjadi perhatian bagi pemerintah.

————————————————————————————————–

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, dimana pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk secara mandiri mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kondisi satuan pendidikannya.
  2. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

3.2. Saran

  1. Dalam pelaksanaannya diharapkan semua pihak yang terlibat dapat memahami dan melaksanakan dengan baik segala tugas pokok dan kewajibannya sehingga dalam proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik.
  2. Diperlukan pengawasan KTSP yg lebih baik dan efektif dlm pelaksanaannya. Bukan hanya pemerintah, masyarakatpun diharapkan ikut mengawasi pelaksanaannya di setiap satuan pendidikan dalam badan komite sekolah.
————————————————————————————————–


DAFTAR PUSTAKA

*****

One thought on “PROSES PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

  1. Sitti halipa djafar mengatakan:

    makasih dah bagi-bagiilmunya, semoga berkah amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s