Sarasamuccaya Sloka 400 – 410

Oleh : Ni Made Sutriani / NIM : 11.07.01.1383
Program Studi Pendidikan Agama Hindu 
Fakultas Pendidikan Agama Dan Seni 
Universitas Hindu Indonesia Denpasar

Sarasamuccaya SLOKA 400 – 410

400

ajnānaprabhavaý hìdaý yadduhkhamupalabhyate

lobhādeva tadajñānamajñānallobha eva ca.

Apan ikang sukhaduhkha kabhukti, punggung sangkanika, ikang punggung, kalobhan sangkanika, ikangkalobhan,punggung sangkanika, matangnyan punggung sangkaning sangs Apan ikang sukhaduhkha kabhukti, punggung sangkanika, ikang punggung, kalobhan sangkanika, ikangkalobhan,punggung sangkanika, matangnyan punggung sangkaning sangāsra.

Sebab suka duka yang dialami, pangkalnya adalah kebodohan; kebodohan ditimbulkan oleh loba, sedang loka (keinginan hati) itu kebodoh asalnya; oleh karenanya kebodohanlah asal mula kesengsaraan itu.

Catatan : kesengsaraan hendaknya ditafsirkan “keadaan lahir dan mati”

401

tasmāt samyak parìkseta doûānajñānasambhavān,

ajñānaprabhavaý nityamahangkāraý ca varjayet.

Matangnyan haywa pramada, dêlöna tikang doùa, an prasiddha kawangun dening kalobhan lawan ikang ahangkārajñāna, ahangkārājñāna ngaranya jnāna mangaku, anungku iki sapa aku lawan iki, mangkana, lingnya, tan engêting prakrti puruùāntara, yatika ahangkārajñāna ngaranya wêkaning bandhana ika, punggung sangkanika yatika aryakêna

Oleh karena itu janganlah lalai; seharusnya ditentang segala dosa yang ditimbulkan oleh kelobaan begitupun oleh ahangkarajnana; ahangkarajnana, artinya jnana (pikiran) yang mengaku-aku;”kepunyaanku ini, siapa berani melawan aku ini”demikian katanya, tidak ingat ia akan alam orang lain; itulah yang disebut ahangkarajnana, tali pengikat keinginan yang sangat kuat; kebodohanlah asalnya; itulah yang harus ditinggalkan.

402

 prajnayā yā nirmitairdhirāstārayantyabudhān plavaih,

nābudhāstārayantyanyānātmāna§ vā kadācana.

lka tang punggung, yatika klabakenanta, makasādhanang kaprajùāna, prajñā ngaraning tutur tan pahingan, si wruh ta ring wastu tattwa, apan sang paõóita, wênang sira mengêntasakên wwang len tuwi, sangkeng bhawārõawa, makasādhanang parahu, winangun dening kaprajñāanira, kunang ikang apunggung, tan hanang kaprajùāna iriya, awaknya tuwi, tan kāntas denya

Kebodohan itulah yang harus anda lenyapkan dengan kaprajnan; prajna adalah kesadaran yang tiada hingganya; pengetahuan tentang hakekat barang sesuatu; karena sang pandita, sanggup menyeberangkan orang lain dari samudra kelahiran (tumimbal lahir) dengan perahu yang diperbuat daripada keprajnananira (pengetahuan beliau); akan letapi si bodoh tidak ada kaprajnan (kecerdasan akal budi) padanya; dirinya sendiri tidak terseberangkan olehnya.

Catatan : udaha hendak mencapai basil kejayaan perbuatan pada umumnya banyak dilukiskan sebagai: usaha menyeberangi sungai atau mengarungi lautan; orang yang berhasil membebaskan diri dari sengsara, proses lahir dan mati, dalam uraian no. 398 disebut “prasiddhamentas ing bhawārnawa”.

403

 netrahìno yathā hvekah kçcchrāni labhate’dhvani

jnānahìnastava loke tasmājjñānavido’dhikah.

Kadyangganing wudahaya, lumaku manungganunggal, agöng ika duhkha katêmu denya ring hawan, mangkana tang apunggung, an haneng rāt, agöng ikang sangsāra ketêmu denya matangnya sang prajñā ngaranira, sang enak wruhnira ring wastu tattwa, sira wiùeùa.

Sebagai misalnya orang yang cacat mata, buta, berjalan sendirian saja, besar kesusahan yang, dialami olehnya di jalan; demikianlah orang yang bodoh di dunia, besar kesengsaraan dialami olehnya; sang prajna, orang yang dengan mudah mengetahui hakekat sesuatunya, beliaulah yang dapat menguasainya.

Catatan ; kata “wudahaya” tidak memuat dalam Kamus Juynboll, Kamus Van der Tuuk 111 halaman 515 menyebutkan : wuda (wuta) haja, selanjutnya disebutnya “wudahaya”.

Terjemahan kata Sanskrt “netrahina” netrahina = cacat, rusak mata, yang tidak dapat dengan baik digunakan untuk melihat, jadi dapat dikatakan “buta”.

404

 anìùtasamprqyogācca vuprayogāt priyasya ca, manuù

mānasairduh khairyujyante ye ‘ lpabuddhayah.

Kunang ikang apunggung, niyata juga ya humidêp ikang kaprihati, makahetu patêmunya lawan keliknya, papasahnya lawan kāsihnya, arah denyāhangkāranya, makanimitta punggungnya

Orang yang bodoh, tak tersangsikan lagi, selalu ia merasakan kepedihan hati, disebabkan pertermuannya dengan orang yang dibencinya dan oleh penceraiannya dengan orang yang dikasihinya; ah, karena nafsu angkara murkanya yang di timbulkan oleh kebodohannya.

Penghilangan indria

405

yathā hiranyakartā vat rūpyamagnau viùodhayet,

bahuùo hyaprayatnena yatnena nacireõa hi.

Kadyangganing pandemās, mangapi mas pirak yan alpayatna ya, asowe ya, lanā ikang mas inapinya, kamêna ùuddhya, yapwan ñibrang yatna ya, enggal ikang mās inapinya, kamêna ùuddhy.

Sebagai misalnya pandai emas, yang melebur membersihkan emas ataupun perak; jika ia kurang cakap dan giat, lama benar emas yang dileburnya menjadi bersih murni; sebaliknya jika ia sangat giat berusaha, cepat emas itu terlebur olehnya, utuk menjadi bersih mumi.

406

tadvajjñātiùatairjivah ùuddkyate’lpenā karmaõā,

yatnena mahatā cāpi kyekajātau vicuddhyate.

Mangkana tang hurip, an ùinocan pinakaùuddhi, kinlabakên rāgādi malanya, yan alpayatna ngwang, alawas ya tan cuddhi, mātusatus ikang janma kamêna ya suddhya yapwan tibrayatna ngwang, kumlabakên malanya, enggal ùuddhinya.

Demikianlah jiwa itu, yang dibersihkan agar menjadi suci, dikebaskan (diusir) nafsu berahi dan segala nodanya, jika kurang giat pandai dan melaksanakan, lemahlah jiwa itu tidak menjadi suci, beratus-ratus kelahiran lamanya, sebelum jiwa itu menjadi suci; jika ia pandai dan sangat giat melenyapkan nodanya, cepatlah suci jiwa itu.

407

 lìlāyalpam yathā gātrāt prançjyādātmano rajah, bahu

yatnena mahatā doùanir haraõa§ tathā

Hana ya adyus, lìlā lwirnyān isuhi sariranya, ùinambinyāsibu tan parikêdö, tan angel ika, ndān yan akêdik gêlêh-gêlêhnya awaknya; kunang yan akweh gêlêh-gêlêhnya awaknya, enak rakêtnya, angel ikān pesuhisuh, ulihnya yatna tan wênang lìlā, mangkana tang krodhalobhādimala, an kêlabakêna sangkeng ùarira.

Adalah orang yang tengah mandi,mudah amat caranya membersihkan badannya, sambil menyelam-nyelam dan dengan mudah serta tidak cape sudah bersih, karena daki badannya hanya sedikit; sebaliknya jika banyak dakinya dan kuat melekatnya pada badan, maka payahlah membersihkannya; caranya harus dengan giat, tidak boleh sesuka hati; demikianlah, kemarahan, kelobaan dan segala bentuk kecemaran seharusnya dibersihkan dari badan.

408

 kùamayā krodhamucchindyāt kāma§ sa§kalpavarjanāt,

lobha§ moha§ ca caotosādviùayāmùtattva darùanāt.

Kunang penghilanganta. krodha, si tan rêngêrêngon, juga haywa tan klan yapwan ikaang rāga,. katinggalaning. Prapancājñāna, panghilanganterika, kunang ikang lobha, moha, sikasantosan panghilanganterika, yapwan wiùaya, nāng ùabda, rapa, rasa, gandha, sparùa, si wruh ta ring wastu tattwa panghilanganterika.

Cara untuk menghilangkan kemarahan; jangan dengar-dengaran; pun jangan sampai tidak tahan terhadap asmara; dengan ditinggalkannya pikiran yang bingung merupakan alat pemusnahannya; untuk menghilangkan nafsu loba dan mabuk pikiran, adalah kepuasan hati merupakan alatnya; jika terhadap wisaya/kesenangan dunia, misalnya suara nyaring-merdu, rupa-cantik, rasa enak-sedap bau harum, dan rasa enak persentuhan, adalah keinsyafan anda akan hakekat sesuatu merupakan alat untuk meniadakannya.

409

 āyatyā varjayedāùāmartham sangavivarjanāt,

anityatvena ca sneham duhkham yogena panditah

Kunang ikang buddhi harêpliarêp, ri siddhaning iùñasādhya, widhiwaùa panghilanganterika, titahning widhi ta pwa herakêna; yapwan wibhawa, annapāna ratna wastrādi, bhogopabhoga, si tan karakêtan panghilanganterita; kunang ikang sih, si wruh ta ring anityaning sarwabhāwa panghilanganterika; yapwan ikang ùokasantāpādi duhkha, yoga panghilanganterika; yoga ngaranya cittawçttinirodha, kahçtaning manah, sang kumawacākên ika, sira paõóita ngaranira.

Adapun pikiran yang sangat mengharap-harapkan akan tercapainya keinginan dan niat, maka kekuasaan Tuhan akan merupakan penghapusannya, takdir Tuhan patut dinantikan; akan keinginan terhadap kemewahan, seperti makanan, minuman, permata, pakaian, dan segala macam kenikmatan, adalah tidak inelekatnya kehendak hati, kepada kesemuanya itu, merupakan alat untuk menghilangkannya; mengenai perasaan terikat cinta kasih, maka keyakinan anda akan tidak kekalnya segala yang ada (hidup) menjauhkan anda dari padanya; jika kesusahan dan kesedihan menyebabkan kedukaan hati, maka yoga alat anda untuk melenyapkannya, yoga adalah , pengekangan kecenderungan rasa hati, penahanan kehendak hati; orang yang menguasai itu semua disebut pandita.

Catatan : kata widhi, ada beberapa artinya, a.l pencinta (Tuhan), nasib; “widhiwasa” dapat berarti kekuasaan (kuasa) Tuhan atau penguasaan nasib “tidah ning widhi” = penetapan Tuhan, takdirull “istasadhya” menurut kamus Juynboll berarti “gewenst voornemen” muka 79, dalam uraian no 409 diterjemahkan “keinginan dan niat”.

410

 kāruõyenātmano moha§ tçùna§ ca paritoùatah,

utthānenajayet tandrìõ titarka§ niùcayājjayet

Kunang ikang kābhimānan, si kāruny panghilanganterika, yapwan ikang tçùnā paritoùa panghilanganterika, ikang manah sarwasukha jugs, kunang ikang lêmêh, kotsāhan panghilanganterika, kunang ikang wikalpajñāna, niùcayajñāna, panghilanganterika niccayajñāna ngaraning samyagjñāna.

Mengenai kesombongan adalah cinta kasih alat pemberantasannya; tresna (kehausan atau keinginan hati), kepuasan hati alat untuk melenyapkannya; pun pikiran yang selalu gembira merupakan alat untuk menghilangkannya; akan keengganan hati, kegiatan usaha merupakan alat untuk memberantasnya; adapun kebimbangan hati keyakinan merupakan alat untuk meniadakannya; keyakinan pikiran disebut kesadaran pikiran yang sejati.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s