TRI PRAMANA SEBAGAI PEDOMAN TATA SUSILA


OLEH : Ni Made Sutriani / (44) -I/A
Program Studi Pendidikan Agama Hindu
Fakultas Pendidikan Agama Dan Seni
Universitas Hindu Indonesia Denpasar 2012

————————————————————————————————

KATA  PENGANTAR

Om swastyastu,
Puji dan syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa / Tuhan Maha Esa karena atas asung kertha waranugrahanya sayabisa menyelesaikan penulisan peper ini yang berjudul “Tri Pramana Sebagai Pedoman Tata Susila” sebagai salah satu syarat untuk mengikuti mata kuliah Tata Susila dari Bapak Drs. Made Nada Atmaja, M.Si.
Saya menyadari betul apa yg kami tulis dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisannya. Kekurangan -Kekurangan tersebut terutama disebabkan kelemahan dan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan saya sendiri, baik di sadari maupun tidak. Hanya dengan saran dan kritik yang konstruktif, kekurangan-kekurangan tersebut dapat di perkecil sehingga peper ini akan memberikan manfaat yang maksimal.
Akhirnya semoga peper yang tidak sempurna ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi pembaca.
Om, Santi, Santi, Santi, Om
Denpasar, 29 Desember 2011
Penulis

——————————————————————————-


DAFTAR  ISI


JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I      PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Tujuan Penulisan

BAB II   TRI PRAMANA PEDOMAN  TATA SUSILA
2.1. Agama Pramana
2.2. Anumana Pramana
2.3  Pratyaksa Pramana

BAB III   PENUTUP
3.1  Kesimpulan
3.2  Saran

DAPTAR PUSTAKA


—————————————————————————————-

BAB  I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Tata Susila merupakan ilmu yang mempelajari tentang tata nilai, tentang baik dan buruknya suatu perbuatan, apa yang harus dikerjakan atau dihindari sehingga tercipta satu tatanan hubungan antar manusia dalam masyarakat. Dalam pengertian dan pengamalan ajaran tata susila tentunya tidak lepas dari ukuran atau acuan yang mendasari kebenaran dari tata nilai yang terkandung didalamnya. Dalam berbagai buku dijelaskan beberapa pedoman yang menjadi ukuran Tata Susila itu. Salah satunya dalam ajaran agama Hindu terdapat konsepsi ajaran yang disebut Tri Pramana. “Tri” artinya tiga, “Pramana” artinya jalan, cara, atau ukuran. Jadi Tri Pramana adalah tiga jalan/ cara untuk mengetahui hakekat kebenaran sesuatu, baik nyata maupun abstrak yang meliputi: Agama Pramana, Anumana Pramana, Pratyaksa Pramana.
Kita sebagai umat Hindu mampu mengetahui, menyakini sesuatu baik itu melalui petunjuk-petunjuk orang suci, logika ataupun kitab suci,

1.2  Tujuan  Penulisan
Tujuan dari penulisan peper ini adalah untuk menjelaskan makna Tri Pramana sebagai pedoman dari pelaksanaan Tata Susila.

—————————————————————————————-

BAB II

TRI PRAMANA PEDOMAN TATA SUSILA

Tata Susila adalah merupakan ilmu yang mempelajari tentang tata nilai, tentang baik dan buruknya suatu perbuatan, apa yang harus dikerjakan atau dihindari sehingga tercipta satu tatanan hubungan antar manusia dalam masyarakat. Apabila dalam suatu masyarakat tidak ada keselarasan, tidak ada lagi kepatuhan secara patut. Maka akan menimbulkan penderitaan atau malapetaka baik kepada lingkungan atau masyarakat sekitar. Maka itulah dalam suatu masyarakat sangat diperlukan adanya suatu tata nilai yang disebut tata susila demi keharmonisan masyarakat itu sendiri. Maka itulah dalam ajaran tata susila Hindu di tekankan pada perbuatan yang baik dan berprilaku yang tetap berlandaskan Dharma dan menjauhi Adharma. Dharma dan Adharma itu bersumber dari dalam weda dan kitab-kitab suci lainnya yang harus dimengerti, dihayati dan diamalkan isinya. Semua itu diwujudkan dalam hidup nyata ini berupa Tattwa, Susila dan Ritual/Upakara secara terpadu.
Sebenarnya agama Hindu mempunyai kerangka dasar kebenaran yang sangat kokoh karena masuk akal dan konseptual, begitupun pada semua ajaran-ajarannya, termasuk kebenaran yang mendasari ajaran Tata Susila. Konsep pencarian kebenaran yang hakiki di dalam Hindu diuraikan dalam ajaran filsafat yang disebut Tattwa. Tattwa dalam agama Hindu dapat diserap sepenuhnya oleh pikiran manusia melalui beberapa cara dan pendekatan yang disebut Pramana. Ada 3 (tiga) cara penyerapan pokok yang disebut Tri Pramana. “Tri” artinya tiga, “Pramana” artinya jalan, cara, atau ukuran. Jadi Tri Pramana adalah tiga jalan/ cara untuk mengetahui hakekat kebenaran sesuatu, baik nyata maupun abstrak yang meliputi:

2.1Agama Pramana
Agama Pramana adalah suatu ukuran atau cara yang dipakai untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan mempercayai ucapan- ucapan kitab suci, karena sering mendengar petuah- petuah dan ceritera para guru, Resi atau orang- orang suci lainnya.
Ceritera- ceritera itu dipercayai dan diyakini karena kesucian batin dan keluhuran budi dari para Maha Resi itu. Apa yang diucapkan atau diceriterakannya menjadi pengetahuan bagi pendengarnya. Misalnya: Guru ilmu pengetahuan alam berceritera bahwa di angkasa luar banyak planet- planet, sebagaimana juga bumi berbentuk bulat dan berputar. Setiap murid percaya kepada apa yang diceriterakan gurunya, oleh karena itu tentang planet dan bumi bulat serta berputar menjadi pengetahuan yang diyakini kebenarannya, walaupun murid- murid tidak pernah membuktikannya.
Demikianlah umat Hindu meyakini Sang Hyang Widhi Wasa berdasarkan kepercayaan kepada ajaran Weda, melalui penjelasan- penjelasan dari para Maha Resi atau guru- guru agama, karena sebagai kitab suci agama Hindu memang mengajarkan tentang Tuhan itu demikian.

2.2Anumana Pramana
Anumana Pramana adalah cara atau ukuran untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan menggunakan perhitungan logis berdasarkan tanda- tanda atau gejala- gejala yang dapat diamati. Dari tanda- tanda atau gejala- gejala itu ditarik suatu kesimpulan tentang obyek yang diamati tadi. Cara menarik kesimpulan adalah dengan dalil sebagai berikut: “Yatra yatra dhumah, tatra tatra wahnih” . Dimana ada asap, disana pasti ada api.
Contoh: Apabila kita memperhatikan sistem tata surya yang harmonis, di mana bumi yang berputar pada sumbunya mengedari matahari, begitu pula bulan beredar mengelilingi matahari pada garis edarnya, tidak pernah bertabrakan, begitu teratur abadi. Kita lalu menjadi kagum dan berpikir bahwa keteraturan itu tentu ada yang mengatur, the force of nature yaitu Sang Hyang Widhi Wasa.

2.3 Pratyaksa Pramana
Pratyaksa Pramana adalah cara untuk mengetahui dan meyakini sesuatu dengan cara mengamati langsung terhadap sesuatu obyek, sehingga tidak ada yang perlu diragukan tentang sesuatu itu selain hanya harus meyakini. Misalnya menyaksikan atau melihat dengan mata kepala sendiri, kita jadi tahu dan yakin terhadap suatu benda atau kejadian yang kita amati. Untuk dapat mengetahui serta merasakan adanya Sang Hyang Widhi Wasa dengan pengamatan langsung haruslah didasarkan atas kesucian batin yang tinggi dan kepekaan intuisi yang mekar dengan pelaksanaan yoga samadhi yang sempurna. Dalam Wrhaspati Tattwa sloka 26 disebutkan: Pratyaksanumanasca krtan tad wacanagamah pramananitriwidamproktam tat samyajnanam uttamam. Ikang sang kahanan dening pramana telu, ngaranya, pratyaksanumanagama.
Artinya: Adapun orang yang dikatakan memiliki tiga cara untuk mendapat pengetahuan yang disebut Pratyaksa, Anumana, dan Agama.
Pratyaksa ngaranya katon kagamel. Anumana ngaranya kadyangganing anon kukus ring kadohan, yata manganuhingganing apuy, yeka Anumana ngaranya.
Artinya: Pratyaksa namanya (karena) terlihat (dan) terpegang. Anumana sebutannya sebagai melihat asap di tempat jauh, untuk membuktikan kepastian (adanya) api, itulah disebut Anumana.
Agama ngaranya ikang aji inupapattyan desang guru, yeka Agama ngaranya. Sang kinahanan dening pramana telu Pratyaksanumanagama, yata sinagguh Samyajnana ngaranya.
Artinya: Agama disebut pengetahuan yang diberikan oleh para guru (sarjana), itulah dikatakan Agama. Orang yang memiliki tiga cara untuk mendapat pengetahuan Pratyaksa, Anumana, dan Agama, dinamakan Samyajnana (serba tahu).
Tri Pramana ini, menyebabkan akal budi dan pengertian manusia dapat menerima kebenaran hakiki dalam tattwa, sehingga berkembang menjadi keyakinan dan kepercayaan. Kepercayaan dan keyakinan dalam Hindu disebut dengan sradha. Dalam Hindu, sradha disarikan menjadi 5 (lima) esensi, disebut Panca Sradha.

—————————————————————————————–

BAB III

PENUTUP

3.1    KESIMPULAN
Dengan adanya Tri Premana yang meliputi, Agama Premana, Anumana Premana, dan Pratyaksa Premana. Kita sebagai umat hindu, mampu, meyakini, dan mengetahui sesuatu baik itu melalui petunjuk-petunjuk orang suci atau kitab suci, gejala-gejala yang diamati secara logis dan kita juga bisa memperoleh kebenaran melalui pengamatan secara langsung terhadap objek dalam ajaran agama hindu.

3.2    SARAN
Diharapkan kita sebagai umat hindu mampu memahami dan mengamalkan ajaran dari Tri Premana tersebut agar kita bisa menjadikan ajaran Tri Premana sebagai pedoman Tata Susila dalam kehidupan.

——————————————————————————————

DAFTAR PUSTAKA

Nada atmaja i made dkk .2010, Etika Hindu. Paramita. Surabaya
http://www. Babadbali.com/canangsari/pa/tri/pramana.htm

***

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s